en id

Panduan Wisata

Keindahan Alam Pulau Kaget

07 Sep 2017

kembali ke list


Dalam episode yang disebut "Flight 714" dari serial komik klasik Adventure of Tintin (dirilis pada tahun 1968), ada sebuah adegan lucu dimana seorang karakter bernama Allan melihat seekor monyet berhidung unik dan membayangkannya menjadi atasannya Rastapopoulos. Primata yang tampak aneh sebenarnya adalah seekor Monyet Proboscis, maskot unik Kalimantan Selatan. Penduduk asli Hutan Borneo ini menemukan rumah mereka di Cagar Alam Pulau Kaget.

Terletak di dekat muara Sungai Barito, yang mengalir melalui kota Banjarmasin, Pulau Kaget adalah delta-pulau yang dibentuk oleh endapan lumpur yang tumbuh dari dasar sungai. Secara administratif, pulau ini berada di dalam kecamatan Tabunganen, di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Tanah subur di pulau ini menyediakan banyak mineral yang dibutuhkan untuk berbagai vegetasi yang tumbuh di atasnya, sehingga menciptakan hutan lebat yang menjadi habitat berbagai satwa liar

Pulau Kaget sendiri diterjemahkan secara harfiah berarti "Pulau Pemukim". Meskipun tidak ada akun resmi mengenai asal usul nama tersebut, diyakini bahwa hal itu mungkin berasal dari sensasi mengejutkan yang didapat seseorang saat memasuki pulau itu dan seseorang disambut oleh suara hiruk pikuk ratusan monyet di tengah pepohonan yang lebat. Pulau seluas 85 hektar ini didirikan sebagai cagar alam pada tahun 1976 setelah mendapat penegasan dari Kementerian Kehutanan.

Monyet Proboscis yang unik jelas merupakan bintang dari cadangan ini. Dengan nama latin Nasalis larvatus, monyet tersebut secara lokal dikenal sebagai Bekantan atau Kera Belanda karena hidungnya yang besar dan panjang dan perutnya yang besar. Makhluk pemalu adalah spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di Kalimantan dan dikenal sebagai salah satu spesies monyet terbesar yang berasal dari Asia. Monyet proboscis terancam punah dan masuk dalam Daftar Merah Terancam IUCN Spesies Terancam dan terdaftar dalam Lampiran I CITES. Jumlah penduduknya menurun lebih dari 50 persen dalam 36-40 tahun sampai 2008 karena hilangnya habitat dan perburuan habitat di beberapa daerah. Sejak tahun 1990, Monyet Proboscis telah "ditunjuk" sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan.

Primata yang unik ini juga menjadi maskot dan ikon taman rekreasi terbesar di Indonesia, The Ancol Dreamland di ibu kota Jakarta. Selain Cagar Alam Pulau Kaget, monyet belalai juga ditemukan di taman nasional dan cagar alam lainnya di Kalimantan, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Gunung Palung, Taman Nasional Kutai, Mandor Reserve, dan Taman Nasional Tanjung Puting, serta Wain Cagar Hutan Sungai dekat Balikpapan di Kalimantan Timur.

Selain monyet Proboscis, cagar alam juga merupakan rumah bagi kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kera lutung (Presbitis cristata) dan berbagai spesies burung termasuk: parkit (Psittacula alexandri), layang-layang Brahminy (Haliadus indus), Kingfisher (Halcyon choris), Sea Eagle (Inchthyophaga inchtyootus), dan banyak lainnya. Di antara banyak vegetasi yang ditemukan dalam cadangan ini adalah: Mangrove, Rambai, Nipah, Bakung, Api-api, Pandan, dan Jeruju.

Menuju ke Sana?

Terletak tidak jauh dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan, Pulau Kaget bisa ditempuh dalam waktu 15 menit dengan speed boat. Jika Anda ingin mencoba perahu sungai tradisional Kalimantan yang disebut "klotok", perjalanan akan memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Sumber : http://www.indonesia.travel